Jangan Artikan Silaturahmi Terlalu Sempit

Posted on Leave a commentPosted in Artikel, Santri

Oleh : Mohammad Yusuf Memutuskan silaturahmi adalah salah satu perbuatan yang dimurkai oleh Allah s.w.t. Arti dari kata memutuskan silaturahmi semestinya dipahami secara mendalam dan Islami, bukan secara pendek yang biasa digunakan oleh orang awam dalam memahaminya. Rasulullah s.a.w bersabda : Dari Muhammad bin Zubair bin Muth’im dari bapaknya r.a bahwa nabi Muhammad s.a.w telah […]

Santri Berjubah Malaikat

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Karya, Santri

Oleh: Ahmad Shobirin ZA Begitu kentalnya fanatisme masyakat di kampung itu terhadap pendididikan agama, sampai-sampai orang yang tidak memondokkan anaknya ke pesantren dianggap tidak Islam, dan bahkan bisa dikatakan radikal, begitu kah? Iya, karena bagi masyarakat di kampung itu orang bisa paham agama dari pesantren, sumber pengetahuan agama itu didapatkan di sana, dari pendidikan madrasah-madrasah […]

Melepasmu

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Karya, Santri

Oleh: Ahmad Ushfur “Aku tidak pernah berfikir seburuk itu kepadamu, yang aku tahu, kamu adalah Anisa yang selalu menjaga kesucian tubuh. Selama tiga tahun menimba ilmu agama di dalam pesantren, pastilah kamu faham dengan larangan-larangan yang seharusnya tidak kamu lakukan. Akan tetapi kenapa kamu pergi bermain dengan seseorang yang bukan muhrimmu?” Pesan Rofiq di dalam […]

Patmi

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Karya, Santri

Oleh : Ahmad Radhitya Alam Perempuan itu muncul bersamaan dengan matahari telah sampai di puncak ubun-ubun pada suatu siang yang kering di bulan Agustus. Langkahnya tertatih-tatih menuju sebuah bangku di teras rumah, sebab di pundak bagian kiri memanggul seikat kayu bakar. Dia meletakkan kayu itu tergeletak begitu saja di tanah, mengibaskan kedua tangan serta kedua […]

Yang Lebih Teduh dari Bunga-bunga

Posted on Leave a commentPosted in Alumni, Cerpen, Karya

Oleh: Sadhudharma Muhammad Kopimu yang berwarna galih dan kopiku yang jati jadi antara untuk kita bicara. Kau ingat waktu itu mentari sedang tidak condong ke timur atau barat dan kita menunggu montir menambal ban belakang motormu ?. Kau bilang angin di Papringan tidak lagi sepoi, semakin kering. Kebun-kebun banyak dibabat dan pajak kendaraan dilorot para […]

Aku dan Tuhan?

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Karya, Santri

Oleh: Yoga Ardhi Tuhan. Itulah hal pertama yang mampu kuingat saat ini. Kepalaku sakit, perutku melilit, entah apa yang sudah terjadi malam tadi, ingatanku agak samar. Aku terbangun dengan keadaan ruangan yang kacau balau, dengan beberapa interior yang terbalik serta benda-benda yang berserakan di lantai. Pecahan beling, puing-puing serta beberapa pakaian yang tergeletak di sembarang […]

Alarm Nostalgia

Posted on Leave a commentPosted in Cerpen, Karya

Oleh: Jamal M 06.55 “Sial, alarm laknat !” gumamku dalam marah. Aku terhuyung-huyung bangun serentak dari dunia malamku. Tak kupedulikan lagi bekas-bekas tidurku. Tubuhku berlari menuju kamar mandi yang jauh berada di belakang rumah. Sepanjang jalan, aku masih menggerutu pada alarm laknat yang lupa membangunkanku. Padahal sudah kuatur jarumjarum jam sedemikian rupa agar berbunyi keras […]

DIALOG BAHLUL vs JUNAID AL BAGHDADI ABUL QOSIM: Permasalahan (Syari’at) dan Hakekat (Akar Masalah)

Posted on Leave a commentPosted in Artikel, Karya

Pada suatu ketika Syeikh Junaid Al-Baghdadi keluar ke Kota Baghdad bersama dengan beberapa muridnya, Lalu Syeikh Junaid bertanya kepada muridnya apakah mereka kenal si Bahlul. Muridnya menjawab, “Si bahlul tu adalah orang gila.” “Tolong cari dia, aku ada keperluan dengannya.” Kata Syeikh Junaid Al-Baghdadi. Murid muridnya lalu mencari si Bahlul dan bertemu dengannya di gurun, […]

Puasa, Puisi, dan Ruang Batin

Posted on Leave a commentPosted in Essai

Oleh Aguk Irawan MN*   “Agama dimulai dari momen puitik, Budha di bawah sebatang pohon di Bodh Gaya, Musa di puncak Sinai, Muhammad di Gua Hira. Karena itu, menulis puisi itu situasi terpuncak dalam momen penghayatan atau pengalaman bagi seorang yang beragama. Jadi tak cukup, hanya sepasang mata penyair saja yang jatuh cinta pada kertas, […]