Doa Kekasih

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Karya, Puisi, Santri

Oleh : Muhammad Aqib Samar-samar aku melihat remang lampu kamarmu Dari celah anyaman bambu nan tua itu Kau, kasih Merapal doa untuk kebaikan penduduk bumi Memintakan mereka agar dikucurkan rahmat ilahi Katamu —dengan lamat-lamat aku mendengarnya— waktu itu: “Allah, kepada siapa lagi aku meminta?” Sesengguk, katamu melebur ke kedalaman makna, Setelahnya; “Apa asrar perihal kewafatan […]

Sajak Bertukar Pikiran Dan Bertanya Untuk Hilman Farid Dkk

Posted on Leave a commentPosted in Karya, Pengasuh, Puisi

Oleh Aguk Irawan MN Bismillahirahmanirahim… aku tulis sajak pedih ini disaat rakyat berjuang melawan Corona jutaan pengangguran baru berbaris di pinggiran Indonesia masa depan bangsa dipertaruhkan dan gamang aku ingin melangkah dan menyusuri jejak panjang para leluhur karena bagiku, tak ada alasan untuk diam dan termangu Hai kalian yang duduk di atas tahta Kebudayaan? aku […]

Cinta dan Rindu yang Tak Bersua

Posted on Leave a commentPosted in Puisi

Oleh: Titis Indah Rahayu Apa kabar kamu yang berada di sana? Berulang kali aku menanyakan kabarmu, padahal tak satu pun pertanyaan itu tersampaikan. Aku berteriak di antara ilalang yang tumbuh. Melamunkan senja dan riak air yang tergenang. Kita adalah sepasang jiwa yang tak pernah menjadi satu. Meranggas setumpuk rindu satu demi satu hingga akhirnya bibir […]

Kau Milikku | Puisi Ahmad Ushfur

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Karya, Puisi, Santri

KAU MILIKKU   Dalam lafal yang kulantunkan dengan doa Kukirimkan gemuruh asmara pada detak jantungmu Menerobos masuk ketika lelap menyelimutimu   Semoga, hatimu tergetar karena itu   Dalam doa yang kuucapkan dengan kata Kusebar mantera cinta pada hembusan nafasmu Mengalir dalam rongga-rongga sunyimu Yang menggeliat dalam ruang kosongmu   Adakah cintamu untukku?   Melalui tanganmu […]

Ningrum III | Puisi Reya de Brueyere

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Karya, Puisi, Santri

Oleh: Reya de Brueyere Burung merak dan gagak Berbeda bulu keyakinan Bila membangkai kelak Yang tersisa aroma kebusukan. Telah tanggal pakaian dari badan Dan selamat dikau dari riasan Hari esok jangan perih jangan peram. Bangunlah dari tidurmu Akal sadar jangan membatu Hujan lahir dari rahim awan Dalam ranting kering, api tersimpan; Di jari-jari kelingking kita […]

Kaliopak | Puisi Reya de Brueyere

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Karya, Puisi, Santri

Oleh: Reya de Bruyere Di ujung nada kebenaran Aku menatap bintang-bintangmu Silau mata Musa pada kilau Khidirnya Tertunduk kepala darwis di depan Maulana. Kini cawan anggurku telah kering Lelah letih kakiku menari Tapi dikau, duhai sahabat dan guru Semesta galaksi kemabukan rohani. Bila kelak harus berlayar dengan bahtera Setiap sayatan kapakmu akan jadi penanda Dari […]

Ningrum I | Puisi Reya de Brueyere

Posted on Leave a commentPosted in Puisi

Oleh : Reya de Brueyere Akhirnya kita bisa berjumpa Seperti langit dan bumi di pelupuk mata Bila kelak kematian berkunjung ke rumah kita Bisakah api dan panas berpisah begitu saja? Ningrum Begitu banyak pangeran dan raja menangis air mata darah Tersebar kabar tentang pelaminan kita Kudengar mahkota dan baju kekaisaran mereka Soperti rombeng dicampakkan ke […]

Kehilanganmu Muara Segala Duka | Puisi Azeez Naviel Malakian

Posted on Leave a commentPosted in Puisi, Santri

Oleh : Azeez Naviel Malakian Para ksatria terdahulu menyebut namamu dalam kitab sakralnya Hari lahirmu dirayakan seantero dunia Namun hari tiadamu, satu pun yang memperingati tak ada Bukan lantas berarti engkau tak lebih mulia dari mereka Justru kehilanganmu, sungguh muara segala duka Setiap kali mendengar kisahmu Entah mengapa hati ini terenyuh, bergetar Bahkan getarannya mengalahkan […]

Diam yang Resah | Puisi Ahmad Ja’farul Musadad

Posted on Leave a commentPosted in Puisi

Oleh: Ahmad Ja’farul Musadad Aku menangis bagai hujan rindu tanah Mencari sesosok wajah yang familiar dimata Ku tengok kanan kiri tiada terhenti Dari sepatah kata ku berbicara Bergumam dengan bintang Merajut pada bulan dan mengeluh kepada langit Setiap untaian kata Terbalas tetesan air mata Sepucuk catatan dairy penuh coretan luka Tersayat akan manisnya khayalan Tertutup […]