Cinta dan Rindu yang Tak Bersua

Posted on Leave a commentPosted in Puisi

Oleh: Titis Indah Rahayu Apa kabar kamu yang berada di sana? Berulang kali aku menanyakan kabarmu, padahal tak satu pun pertanyaan itu tersampaikan. Aku berteriak di antara ilalang yang tumbuh. Melamunkan senja dan riak air yang tergenang. Kita adalah sepasang jiwa yang tak pernah menjadi satu. Meranggas setumpuk rindu satu demi satu hingga akhirnya bibir […]

Yang Maha Gaib | Puisi Reya de Brueyere

Posted on Leave a commentPosted in Alumni, Karya, Puisi

Yang Maha Gaib I   Ooh Yang Maha Gaib Terimalah persembahan abdi-Mu   Ooh Yang Maha Gaib Abaikanlah kekuranganku   Tiap hari tiap malam Banjir deras di pipi ini Bila sembahku tak memuaskan-Mu   Ooh Yang Maha Gaib Tuntunlah jalan pengabdianku   Ooh Yang Maha Gaib Bukakanlah pintu hadirat-Mu   Dalam tiap tarikan napas Rasa […]

Kau Milikku | Puisi Ahmad Ushfur

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Karya, Puisi, Santri

KAU MILIKKU   Dalam lafal yang kulantunkan dengan doa Kukirimkan gemuruh asmara pada detak jantungmu Menerobos masuk ketika lelap menyelimutimu   Semoga, hatimu tergetar karena itu   Dalam doa yang kuucapkan dengan kata Kusebar mantera cinta pada hembusan nafasmu Mengalir dalam rongga-rongga sunyimu Yang menggeliat dalam ruang kosongmu   Adakah cintamu untukku?   Melalui tanganmu […]

Ningrum III | Puisi Reya de Brueyere

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Karya, Puisi, Santri

Oleh: Reya de Brueyere Burung merak dan gagak Berbeda bulu keyakinan Bila membangkai kelak Yang tersisa aroma kebusukan. Telah tanggal pakaian dari badan Dan selamat dikau dari riasan Hari esok jangan perih jangan peram. Bangunlah dari tidurmu Akal sadar jangan membatu Hujan lahir dari rahim awan Dalam ranting kering, api tersimpan; Di jari-jari kelingking kita […]

Nyanyian Puisi | Puisi-Puisi Ahmad Ushfur

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Karya, Puisi, Santri

Puisi Dengan puisi Aku memandangmu Dalam kertas yang terlukis dengan tinta Kutemukan keindahanmu dalam semua nama Dengan puisi Aku berbicara padamu Dalam sajak-sajak yang berbaris mesra Mengungkapkan rindu dalam kata-kata Dengan puisi Aku menyentuhmu Dalam kehalusan sabda yang tercipta Kurasakan kelembutanmu dalam aksara Dengan puisi Aku persembahkan sebuah rasa Dalam sebuah rima yang tersusun dengan […]

Kaliopak | Puisi Reya de Brueyere

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Karya, Puisi, Santri

Oleh: Reya de Bruyere Di ujung nada kebenaran Aku menatap bintang-bintangmu Silau mata Musa pada kilau Khidirnya Tertunduk kepala darwis di depan Maulana. Kini cawan anggurku telah kering Lelah letih kakiku menari Tapi dikau, duhai sahabat dan guru Semesta galaksi kemabukan rohani. Bila kelak harus berlayar dengan bahtera Setiap sayatan kapakmu akan jadi penanda Dari […]

Ningrum I | Puisi Reya de Brueyere

Posted on Leave a commentPosted in Puisi

Oleh : Reya de Brueyere Akhirnya kita bisa berjumpa Seperti langit dan bumi di pelupuk mata Bila kelak kematian berkunjung ke rumah kita Bisakah api dan panas berpisah begitu saja? Ningrum Begitu banyak pangeran dan raja menangis air mata darah Tersebar kabar tentang pelaminan kita Kudengar mahkota dan baju kekaisaran mereka Soperti rombeng dicampakkan ke […]

Kehilanganmu Muara Segala Duka | Puisi Azeez Naviel Malakian

Posted on Leave a commentPosted in Puisi, Santri

Oleh : Azeez Naviel Malakian Para ksatria terdahulu menyebut namamu dalam kitab sakralnya Hari lahirmu dirayakan seantero dunia Namun hari tiadamu, satu pun yang memperingati tak ada Bukan lantas berarti engkau tak lebih mulia dari mereka Justru kehilanganmu, sungguh muara segala duka Setiap kali mendengar kisahmu Entah mengapa hati ini terenyuh, bergetar Bahkan getarannya mengalahkan […]

Diam yang Resah | Puisi Ahmad Ja’farul Musadad

Posted on Leave a commentPosted in Puisi

Oleh: Ahmad Ja’farul Musadad Aku menangis bagai hujan rindu tanah Mencari sesosok wajah yang familiar dimata Ku tengok kanan kiri tiada terhenti Dari sepatah kata ku berbicara Bergumam dengan bintang Merajut pada bulan dan mengeluh kepada langit Setiap untaian kata Terbalas tetesan air mata Sepucuk catatan dairy penuh coretan luka Tersayat akan manisnya khayalan Tertutup […]

Selamat Jalan Guru

Posted on 2 CommentsPosted in Karya, Puisi

Puisi Bagi Gus Dur: Senja itu, udara menyambut gerimis turun menggigilkan dan menyegarkan malam kami terkejut; aduh, bunga-bunga ruang batinku terbakar oleh berita tubuhmu yang kaku, guru kami tak bisa menerima keputusan Israfil: jangan renggut hatinya yang lepas jangan kekang jiwanya yang terbuka kenapa dia cepat mengangkat jiwanya saat negeri ini membutuhkan pewarisnya: yang setia […]