Yang Lebih Teduh dari Bunga-bunga

Posted on Leave a commentPosted in Alumni, Cerpen, Karya

Oleh: Sadhudharma Muhammad Kopimu yang berwarna galih dan kopiku yang jati jadi antara untuk kita bicara. Kau ingat waktu itu mentari sedang tidak condong ke timur atau barat dan kita menunggu montir menambal ban belakang motormu ?. Kau bilang angin di Papringan tidak lagi sepoi, semakin kering. Kebun-kebun banyak dibabat dan pajak kendaraan dilorot para […]

Antara Kufur Nikmat dan Syukur Nikmat

Posted on Leave a commentPosted in Cerpen

Alkisah, ada miliarder dan juragan tanah, karena ia punya proyek perkebunan kurma, ia membeli berhektar-hektar tanah untuk proyeknya itu. Namun proyek itu tidak mulus sebagaimana yang direncanakan. Pasalnya ada rumah atau tepatnya gubuk 6×5 meter yang dihuni seorang kakek, dan dia tidak mau menjualnya.   Si Juragan berkali-kali meminta anak buahnya untuk mendatangi si Kakek, […]

600 Detik

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Karya, Santri

Oleh: Yoga Ardli A.   Pagi itu adalah pagi yang biasa, tidak berbeda dengan pagi lainnya. Matahari masih terbit dari timur, angin materialisme masih bertiup di penjuru dunia modern. anak-anak masih berlarian menuju sekolah, sebagian tertidur kelelahan dengan baju lusuh dan longgar dengan celana yang sobek di bagian lutut. Orang-orang masih berhamburan pergi menuju tempat-tempat […]

Wasiat Lelaki Tua untuk Tikus-tikus Jalanan

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Galeri, Karya, Santri

Oleh: Yasir Mentari mulai merangkak naik. Sinarnya mulai menyebar hingga menerobos sela-sela kecil setiap bangunan. Namun tidak untuk gang kumuh itu. Gang sempit di sudut kota, terhimpit dua bangunan besar yang sudah tua dan tetap suram meski mentari bersinar terang di timur sana. Di sana, masih terbaring seorang lelaki tua di atas kardus lusuh. Jika […]

Cawet Hitam

Posted on Leave a commentPosted in Cerpen

Oleh: Achmad Chasan Mas’udi Lelaki berwajah bulat yang mengantarkan saya pada ruang kamar paling ujung asrama, dengan sopan membuka pintu kamar. Tampak, bukan hanya lelaki berwajah bulat saja yang menempati -Pikir saya. berwajah tirus pun ada. Eeeh. Setelah lelaki berwajah bulat tadi melepaskan peci. Ternyata, berwajah tirus juga dia. Brengsek. Teman kecilku ternyata. Anda namanya. […]

Laut Dan Bibir Yang Bertahi Lalat

Posted on 4 CommentsPosted in Cerpen, Karya

Cerpen [Empati pada Illa] Oleh : Aguk Irawan Mn WAJAH yang bertengger tahi lalat di bibirnya itu melemparkanku cukup lama dan tajam, menghentakkan masa silamku, gadis kecil, sebuah kampung halaman dengan pohon-pohon yang lebat di setiap tikungan jalan, kupu-kupu, kicau burung berkejaran dengan nyiur daun kelapa, pantai yang diselimuti pasir, gemuruh ombak, dan laut membentang […]