Santri Berjubah Malaikat

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Karya, Santri

Oleh: Ahmad Shobirin ZA Begitu kentalnya fanatisme masyakat di kampung itu terhadap pendididikan agama, sampai-sampai orang yang tidak memondokkan anaknya ke pesantren dianggap tidak Islam, dan bahkan bisa dikatakan radikal, begitu kah? Iya, karena bagi masyarakat di kampung itu orang bisa paham agama dari pesantren, sumber pengetahuan agama itu didapatkan di sana, dari pendidikan madrasah-madrasah […]

Melepasmu

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Karya, Santri

Oleh: Ahmad Ushfur “Aku tidak pernah berfikir seburuk itu kepadamu, yang aku tahu, kamu adalah Anisa yang selalu menjaga kesucian tubuh. Selama tiga tahun menimba ilmu agama di dalam pesantren, pastilah kamu faham dengan larangan-larangan yang seharusnya tidak kamu lakukan. Akan tetapi kenapa kamu pergi bermain dengan seseorang yang bukan muhrimmu?” Pesan Rofiq di dalam […]

Patmi

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Karya, Santri

Oleh : Ahmad Radhitya Alam Perempuan itu muncul bersamaan dengan matahari telah sampai di puncak ubun-ubun pada suatu siang yang kering di bulan Agustus. Langkahnya tertatih-tatih menuju sebuah bangku di teras rumah, sebab di pundak bagian kiri memanggul seikat kayu bakar. Dia meletakkan kayu itu tergeletak begitu saja di tanah, mengibaskan kedua tangan serta kedua […]

Yang Lebih Teduh dari Bunga-bunga

Posted on Leave a commentPosted in Alumni, Cerpen, Karya

Oleh: Sadhudharma Muhammad Kopimu yang berwarna galih dan kopiku yang jati jadi antara untuk kita bicara. Kau ingat waktu itu mentari sedang tidak condong ke timur atau barat dan kita menunggu montir menambal ban belakang motormu ?. Kau bilang angin di Papringan tidak lagi sepoi, semakin kering. Kebun-kebun banyak dibabat dan pajak kendaraan dilorot para […]

Aku dan Tuhan?

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Karya, Santri

Oleh: Yoga Ardhi Tuhan. Itulah hal pertama yang mampu kuingat saat ini. Kepalaku sakit, perutku melilit, entah apa yang sudah terjadi malam tadi, ingatanku agak samar. Aku terbangun dengan keadaan ruangan yang kacau balau, dengan beberapa interior yang terbalik serta benda-benda yang berserakan di lantai. Pecahan beling, puing-puing serta beberapa pakaian yang tergeletak di sembarang […]

Alarm Nostalgia

Posted on Leave a commentPosted in Cerpen, Karya

Oleh: Jamal M 06.55 “Sial, alarm laknat !” gumamku dalam marah. Aku terhuyung-huyung bangun serentak dari dunia malamku. Tak kupedulikan lagi bekas-bekas tidurku. Tubuhku berlari menuju kamar mandi yang jauh berada di belakang rumah. Sepanjang jalan, aku masih menggerutu pada alarm laknat yang lupa membangunkanku. Padahal sudah kuatur jarumjarum jam sedemikian rupa agar berbunyi keras […]

Antara Kufur Nikmat dan Syukur Nikmat

Posted on Leave a commentPosted in Cerpen

Alkisah, ada miliarder dan juragan tanah, karena ia punya proyek perkebunan kurma, ia membeli berhektar-hektar tanah untuk proyeknya itu. Namun proyek itu tidak mulus sebagaimana yang direncanakan. Pasalnya ada rumah atau tepatnya gubuk 6×5 meter yang dihuni seorang kakek, dan dia tidak mau menjualnya.   Si Juragan berkali-kali meminta anak buahnya untuk mendatangi si Kakek, […]

Rumah Kata-kata

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Santri

Oleh : A. Muhaimin D.S Siapa yang tidak tahu rumah itu? Rumah dengan pendopo kayu di halaman depannya. Berada di tengah-tengah kampung yang dikelilingi hutan jati. Rumah itu tampak berwibawa di antara rumah-rumah lainnya. Jumlah pohon jati di kampung itu jauh lebih banyak dibandingkan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Itu menjadikan suasana sepi menyelimuti kampung […]

600 Detik

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Karya, Santri

Oleh: Yoga Ardli A.   Pagi itu adalah pagi yang biasa, tidak berbeda dengan pagi lainnya. Matahari masih terbit dari timur, angin materialisme masih bertiup di penjuru dunia modern. anak-anak masih berlarian menuju sekolah, sebagian tertidur kelelahan dengan baju lusuh dan longgar dengan celana yang sobek di bagian lutut. Orang-orang masih berhamburan pergi menuju tempat-tempat […]

Wasiat Lelaki Tua untuk Tikus-tikus Jalanan

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Gallery, Karya, Santri

Oleh: Yasir Mentari mulai merangkak naik. Sinarnya mulai menyebar hingga menerobos sela-sela kecil setiap bangunan. Namun tidak untuk gang kumuh itu. Gang sempit di sudut kota, terhimpit dua bangunan besar yang sudah tua dan tetap suram meski mentari bersinar terang di timur sana. Di sana, masih terbaring seorang lelaki tua di atas kardus lusuh. Jika […]

Kembali Hitam

Posted on Leave a commentPosted in Aktif, Cerpen, Karya, Santri

Oleh: Ahmad Kafi Dengan doran yang terpaut erat pada genggaman serta peluh yang bercucuran dari dagunya, Rusman dengan perkasa dan begitu lincah memperkosa hamparan tanah yang terbentang sepanjang batas pandangannya. Hamparan tanah berlumpur dengan galengan-galengan yang saling menyilang seperti kumpulan perempatan di jalan. Rusman memang sudah bersahabat dengan dunia barunya. Antara sawah, doran, dan dirinya […]

Cawet Hitam

Posted on Leave a commentPosted in Cerpen

Oleh: Achmad Chasan Mas’udi Lelaki berwajah bulat yang mengantarkan saya pada ruang kamar paling ujung asrama, dengan sopan membuka pintu kamar. Tampak, bukan hanya lelaki berwajah bulat saja yang menempati -Pikir saya. berwajah tirus pun ada. Eeeh. Setelah lelaki berwajah bulat tadi melepaskan peci. Ternyata, berwajah tirus juga dia. Brengsek. Teman kecilku ternyata. Anda namanya. […]

Laut Dan Bibir Yang Bertahi Lalat

Posted on 4 CommentsPosted in Cerpen, Karya

Cerpen [Empati pada Illa] Oleh : Aguk Irawan Mn WAJAH yang bertengger tahi lalat di bibirnya itu melemparkanku cukup lama dan tajam, menghentakkan masa silamku, gadis kecil, sebuah kampung halaman dengan pohon-pohon yang lebat di setiap tikungan jalan, kupu-kupu, kicau burung berkejaran dengan nyiur daun kelapa, pantai yang diselimuti pasir, gemuruh ombak, dan laut membentang […]