Doa Kekasih

Posted on Posted in Aktif, Karya, Puisi, Santri

Oleh : Muhammad Aqib

Samar-samar aku melihat remang lampu kamarmu
Dari celah anyaman bambu nan tua itu
Kau, kasih

Merapal doa untuk kebaikan penduduk bumi
Memintakan mereka agar dikucurkan rahmat ilahi
Katamu —dengan lamat-lamat aku mendengarnya— waktu itu:
“Allah, kepada siapa lagi aku meminta?”
Sesengguk, katamu melebur ke kedalaman makna,
Setelahnya;

“Apa asrar perihal kewafatan ulama’ secara serempak, Allah?”
Aku yang sedari awal mendengar keluhmu pada Tuhan,
Menjadi tak kuasa menahan bulir-bulir air mata agar tak berjatuhan.
Aku akan kembali
Menuju fitrah suci
Allah…

Lalu menjauh dari gubukmu.

Malam Rabu, Pajangan, Yogyakarta
13-April-2021
2-Ramadhan-1442

Ikuti, Suka, dan Bagikan :
20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *