Yang Maha Gaib | Puisi Reya de Brueyere

Posted on Posted in Alumni, Karya, Puisi

Yang Maha Gaib I

 

Ooh Yang Maha Gaib
Terimalah persembahan abdi-Mu

 

Ooh Yang Maha Gaib
Abaikanlah kekuranganku

 

Tiap hari tiap malam
Banjir deras di pipi ini
Bila sembahku tak memuaskan-Mu

 

Ooh Yang Maha Gaib
Tuntunlah jalan pengabdianku

 

Ooh Yang Maha Gaib
Bukakanlah pintu hadirat-Mu

 

Dalam tiap tarikan napas
Rasa takut rasa khawatir pada-Mu
Menyelimuti hati dan pikiranku

 

Telah kusingkirkan segala-galanya
Hanya Engkau yang tersisa
Ooh Yang Maha Gaib.

 

November, 2019.

 

Yang Maha Gaib II

 

Telah musnah di mataku
Segala yang berwarna dan beraroma

 

Telah runtuh dalam hatiku
Semesta rupa semesta rasa

 

Ooh Yang Maha Gaib…

 

Waktu yang mengalir deras
Dan ruang yang lebar membentang
Kulempar ke atas tungku perapian

 

Ooh Yang Maha Gaib…

 

Budak yang bersujud di kaki raja
Jangan biarkan pada kemegahan istana terpesona

 

Siksa paling pedih bagi orang yang jatuh cinta
Rasa malu bila gagal membuktikan pada kekasihnya

 

Ooh Yang Maha Gaib…

 

November, 2019.

 

Yang Maha Gaib III

 

Saat kanak-kanak dulu
Kulihat gunung, lembah, hutan, dan samudera
Indah permai mempesona

 

Saat kanak-kanak dulu
Kudengar kicau burung, semilir angin, dan debur ombak
Merdu nan syahdu sekali

 

Saat kanak-kanak dulu
Kurasakan bulan, bintang, matahari dan langit
Sangat memikat dab memukau
Seperti dalam syair-syairku

 

Ooh Yang Maha Gaib…

 

Apa gerangan yang kini terjadi
Kemana semesta itu telah pergi
Yang kulihat kudengar dan kurasakan
Bukan seperti dulu lagi

 

Ooh Yang Maha Gaib…

 

Apa ini yang begitu nyata,
Beda dari semua suku kata dan bahasa?

 

Apa ini yang begitu besar,
Melebihi segala jenis ukuran?

 

Inderaku
Rasaku
Pikiranku
Ragaku
Jiwaku
Tiba-tiba bagai setetes air
Yang tumpah di padang sahara

 

Oow Yang Maha Gaib…

 

November, 2019.

Ikuti, Suka, dan Bagikan :
20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *