Nyanyian Puisi | Puisi-Puisi Ahmad Ushfur

Posted on Posted in Aktif, Karya, Puisi, Santri

Puisi

Dengan puisi
Aku memandangmu
Dalam kertas yang terlukis dengan tinta
Kutemukan keindahanmu dalam semua nama

Dengan puisi
Aku berbicara padamu
Dalam sajak-sajak yang berbaris mesra
Mengungkapkan rindu dalam kata-kata

Dengan puisi
Aku menyentuhmu
Dalam kehalusan sabda yang tercipta
Kurasakan kelembutanmu dalam aksara

Dengan puisi
Aku persembahkan sebuah rasa
Dalam sebuah rima yang tersusun dengan nada
Memberi kepastian dalam ikatan cinta

Februari, 2019

Asmara dalam Goa

Di celah-celah kecil dalam goa
Kutemukan dirimu yang memancarkan asmara
Kau membuatku tercengang dengan senyum di bibirmu
Yang menggetarkan batu-batu dalam hatiku

Kekosongan yang membuatku merintih
Melebur karena adamu sebagai isi
Mengendap-endap masuk dalam sunyi
Seperti bunyi, kau adalah keramaian hakiki

Di celah-celah kecil dalam goa
Kutemukan ruang suci, tempat ikrarku bersemedi
Tempat bersaksi bahwa aku telah mencintaimu
Memilihmu sebagai muara pencarianku

Di celah-celah kecil dalam goa
Ada istana dengan singgasana raja dan permaisuri
Yang menantikan kita tuk segera melengkapi
Tiada yang menempati, ia tercipta hanya untuk kita singgahi

Februari, 2019

Nyawa Asmara

Kelak
Tuhan akan menjadikanku tanah
Tempat akar cintamu berpijak dalam sebuah masa
Menyangga rasa di sepanjang batang detak jantungmu

Mungkin
Tuhan akan menuntutku menjadi air
Memberikan kesejukan kepada ranting-ranting asmaramu
Memadamkan kobaran luka pada daun keringmu

Bahkan
Tuhan akan menjadikanku belalang sembah
Menitahkanku sebagai penjaga dari pengusik bunga bahagiamu
Mengabdi utuh, menjaga warna tawa kelopakmu

Atau
Tuhan akan mengubahku menjadi cahaya
Membantumu tumbuh dengan cinta yang kubawa
Karena kau dan aku tak bisa terpisah

Februari, 2019

Nyanyian Puisi

Pada bait pertama dalam sajak puisiku
Kutuliskan namamu sebagai ungkapan rasa rindu
Membayangkan wajahmu hadir dalam pagiku
: Dalam fajar yang akan berpijar

Pada bait isi dalam sajak puisiku
Kuibaratkan angin adalah hembusan nafasmu
Terbang melewati celah lubang dinding waktu
Karena kau dan aku adalah satu
: Cinta yang utuh

Sempat aku berhayal
Di atas dataran kefanaan bayanganku adalah dirimu
Melangkah bersama tiada terpisah
Karena kau dan aku sempurna
: Selalu bersama

Pada bait terakhir dalam sajak puisiku
Kutitipkan kembali rinduku
Pada keindahan senja, di antara gemilang mega-mega
Yang aku sendiri tak tahu, kapan kita akan berjumpa

Februari, 2019

Ikuti, Suka, dan Bagikan :
20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *