Ningrum I | Puisi Reya de Brueyere

Posted on Posted in Puisi

Oleh : Reya de Brueyere

Akhirnya kita bisa berjumpa
Seperti langit dan bumi di pelupuk mata
Bila kelak kematian berkunjung ke rumah kita
Bisakah api dan panas berpisah begitu saja?

Ningrum
Begitu banyak pangeran dan raja menangis air mata darah
Tersebar kabar tentang pelaminan kita
Kudengar mahkota dan baju kekaisaran mereka
Soperti rombeng dicampakkan ke tanah

Ningrum
Engkau bukan Sinta bagi Rama
Bukan Sati bagi Siwa
Engka lah Ummu Hani
Cinta pertama nabi kita.

Krapyak, 2019.

NINGRUM II

Sayang
Jarak Kediri ke kota Jogja
Sejauh musim hujan ke musim kemarau
Bila kutinggalkan rumahmu
Hujan deraslah pelupuk mataku
Tapi bila kudatangi kotamu
Entah kenapa tiba-tiba saja
Kemarau hati dan pikiranku.

Sayang
Jarak yang memisahkan aku dan kamu
Konon pernah mencabik hati Rama
Menggoyak-ngoyak jiwa Julia
Lihatlah diriku kini, sayang
Katakanlah
Antara aku dan Qais, apa bedanya?

Salakan, 2019.

Ikuti, Suka, dan Bagikan :
20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *