Diam yang Resah | Puisi Ahmad Ja’farul Musadad

Posted on Posted in Puisi

Oleh: Ahmad Ja’farul Musadad

Aku menangis bagai hujan rindu tanah

Mencari sesosok wajah yang familiar dimata

Ku tengok kanan kiri tiada terhenti

Dari sepatah kata ku berbicara

Bergumam dengan bintang

Merajut pada bulan dan mengeluh kepada langit

Setiap untaian kata

Terbalas tetesan air mata

Sepucuk catatan dairy penuh coretan luka

Tersayat akan manisnya khayalan

Tertutup Fatamorgana indah

Jiwa terbayang kepada sosok pahlawan

Kesirnaan waktu yang tak terulang

Kesemuan dengki dan iri merangkul dalam sebuah emosi

Merangkak ke ujung dunia

Tak pernah temukan sebuah asa

Tertindas dalam romansa indah

Kata-kata bijak tak sanggup bicara

Ruang sendiri memiliki relung cela

Dalam tetesan air mata tak kunjung usai

Rasa sepi menjadi, obat tidur dalam ruang tiada bertepi.

26-03-2019.

Ikuti, Suka, dan Bagikan :
20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *