Selamat Jalan Guru

Posted on Posted in Karya, Puisi

Puisi

Bagi Gus Dur:

Senja itu, udara menyambut gerimis
turun menggigilkan dan menyegarkan malam

kami terkejut; aduh, bunga-bunga ruang batinku
terbakar oleh berita tubuhmu yang kaku, guru
kami tak bisa menerima keputusan Israfil:
jangan renggut hatinya yang lepas
jangan kekang jiwanya yang terbuka

kenapa dia cepat mengangkat jiwanya
saat negeri ini membutuhkan pewarisnya:

yang setia berteriak hak
yang kepalkan tangan merdeka
yang menebar benih cinta
yang menyebar tawa ceria yang ajarkan arti bersama

tapi, angin benar-benar melepaskan dedaunan
Israfil datang membawa syair-syair cinta
tentang pengembaraan burung-burung Attar

dan kami benar kehilanganmu, guru
beginilah kami yang kau tinggal
masih terlalu ranum,

sepasang matamu yang berbinar
dan bibirmu yang mekar cinta
masih belum bisa kami lupa
selamat jalan guru!

 

Yogyakarta, ujung tahun 2009
Aguk Irawan MN, penulis dan pendidik, juga aktivis Lesbumi DIY, tinggal di Bantul

Ikuti, Suka, dan Bagikan :
20

2 thoughts on “Selamat Jalan Guru

  1. Semoga guru-guru yang lebih dicintai Allah memiliki Rahmat yang taknpadang oleh hura huru zaman now

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *